BPKK Kendari Gelar Pelatihan Wirausaha Inklusif, Dorong Penciptaan Lapangan Kerja dan Rangkul Disabilitas

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:17 WIB Last Updated 2026-07-23T10:17:24Z

Foto bersama pemateri Mussadar Mapasomba (berpeci), Kadis Nakertrans Sultra, Ali Haswandy (kedua kiri), Kepala BPKK Kendari, Mashur Malaka (tengah). Foto: Ld Andi Rahmat/Notif.

KENDARI, NOTIFSULTRA.ID
-  Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari terus berupaya mencetak wirausahawan produktif yang mampu membuka lapangan kerja baru yang melibatkan kelompok disabilitas secara setara.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas kesempatan kerja dan memperkuat kualitas tenaga kerja di Sulawesi Tenggara. 

Melalui agenda Layanan Kewirausahaan bertema Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama, yang berlangsung di Aula BPKK Kendari pada Kamis (23/7/2026) ini menghimpun sekitar 75 peserta dari empat wilayah, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, hingga Konawe Utara. 

Menariknya, porsi keterlibatan penyandang disabilitas dalam agenda ini mencapai kisaran 10 persen.

Kepala BPKK Kendari yang juga menjabat Ketua Panitia, Mashur Malaka, mengungkapkan bahwa sasaran kegiatan ini diprioritaskan bagi warga yang belum pernah tersentuh program pelatihan sebelumnya. 

Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi hadirnya peserta yang sama secara berulang sekaligus memastikan asas pemerataan.

Foto bersama peserta seminar inklusif di Aula BPKK Kendari. Foto: Ld Andi Rahmat/Notif.

Ia menegaskan, BPKK tidak semata-mata mendorong pembentukan unit usaha baru, melainkan juga menstimulasi pengembangan inovasi bagi para pelaku usaha yang sudah berjalan.

“Usai tahap pembekalan ini, kami bakal menerjunkan tim untuk monitoring dan evaluasi guna memantau output serta outcome-nya. Secara output, peserta diharapkan punya usaha, namun outcome yang jauh lebih penting adalah seberapa banyak tenaga kerja yang mampu mereka rekrut,” terang Mashur.

Untuk membedah materi kewirausahaan secara mendalam, BPKK Kendari mendatangkan pakar sekaligus narasumber tunggal, Prof. Dr. Musadar Mappasomba.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sultra, Ali Haswandy, menilai upaya merangkul penyandang disabilitas sebagai terobosan positif. 

Menurutnya, pemberdayaan kelompok ini tak boleh sebatas pemenuhan kuota rekrutmen di korporasi, melainkan harus diberi ruang luas untuk berdikari lewat jalur wirausaha.

“Penanganan pengangguran tidak cukup dengan melihat angka, melainkan berorientasi pada kualitas para pekerjanya. Agenda ini diharapkan bisa memicu lahirnya kran-kran ekonomi baru yang berdaya serap tenaga kerja secara jangka panjang,” jelas Ali Haswandy.

Ia juga menyebutkan, ragam sektor potensial seperti usaha kuliner sangat terbuka untuk digarap dan dikembangkan oleh rekan-rekan disabilitas di masa mendatang.

Dukungan serupa diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Dr. Farida Agustina. Ia mengimbau para peserta untuk jeli memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang kini telah mengubah pola transaksi bisnis dari fisik ke digital.

“Komitmen Pemkot Kendari dalam memajukan daerah salah satunya bertumpu pada penguatan sektor kewirausahaan. Kita berharap pengetahuan dari pelatihan ini dioptimalkan dengan sentuhan teknologi, sehingga bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru di Kendari,” tandas Farida.

Laporan: LD Andi Rahmat

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • BPKK Kendari Gelar Pelatihan Wirausaha Inklusif, Dorong Penciptaan Lapangan Kerja dan Rangkul Disabilitas

Trending Now

Iklan