Inovasi Mitigasi Hidden Cost Pendidikan Antarkan Mahasiswa Sosiologi UHO Raih Juara 2 NESCO 3 2026

Selasa, 29 September 2026 | 12:23 WIB Last Updated 2026-09-29T04:23:16Z

Mahasiswa Sosiologi UHO Raih Juara 2 NESCO 3 2026, Usung Inovasi Mitigasi Hidden Cost Pendidikan. Foto: Ist

KENDARI, NOTIFSULTRA.ID
– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) di tingkat nasional. Dua mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang National Essay Competition (NESCO) 3 Tahun 2026.

Kompetisi tersebut digelar di Bali pada 19–20 September 2026 dan mempertemukan mahasiswa dengan berbagai gagasan inovatif dalam menjawab persoalan yang berkembang di masyarakat.

Prestasi tersebut diraih oleh Afifah Arif Mansur dan Dinda A. Keduanya tidak hanya berhasil menempati posisi kedua, tetapi juga membawa pulang Gold Medal serta penghargaan Best Presentation.

Capaian tersebut semakin istimewa karena gagasan yang mereka usung berangkat dari persoalan nyata di bidang pendidikan, khususnya mengenai hidden cost atau biaya tersembunyi dalam pendidikan.

Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Sosiologi FISIP UHO memperkenalkan gagasan inovatif bernama Sentral-E (Integrated School Welfare System Berbasis AVI).

Gagasan ini dirancang sebagai sebuah pendekatan terintegrasi untuk membantu memitigasi berbagai persoalan biaya tersembunyi yang dapat muncul dalam proses pendidikan.

Hidden cost pendidikan tidak selalu terlihat sebagai biaya utama yang secara langsung dibebankan kepada peserta didik. Namun, berbagai pengeluaran tambahan maupun persoalan kesejahteraan yang muncul dalam lingkungan pendidikan dapat menjadi beban tersendiri bagi siswa dan keluarga.

Melalui Sentral-E, mahasiswa UHO menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan sekolah dengan pemanfaatan teknologi. 

Konsep tersebut diarahkan untuk membantu menciptakan sistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Gagasan yang dibawa dalam NESCO 3 2026 menunjukkan bagaimana perspektif sosiologi dapat dikembangkan untuk menjawab persoalan praktis di tengah masyarakat.

Persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar, tetapi juga menyangkut kondisi sosial, kesejahteraan peserta didik, serta berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi keberlangsungan pendidikan.

Melalui inovasi Sentral-E, tim mahasiswa Sosiologi FISIP UHO mencoba menghadirkan sebuah konsep yang tidak hanya melihat persoalan dari sisi akademik, tetapi juga mempertimbangkan aspek kesejahteraan dalam ekosistem pendidikan.

Kemampuan mengemas dan mempresentasikan gagasan tersebut turut mendapat apresiasi dari dewan juri melalui penghargaan Best Presentation.

Keberhasilan Afifah dan Dinda menjadi Juara 2 NESCO 3 2026 sekaligus menambah deretan prestasi mahasiswa UHO di tingkat nasional.

Capaian ini memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berkompetisi melalui kemampuan akademik, tetapi juga dapat menghasilkan gagasan inovatif yang berangkat dari persoalan sosial di masyarakat.

Gagasan Sentral-E diharapkan dapat terus dikembangkan dan dikaji lebih lanjut sehingga memiliki manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mengantisipasi berbagai persoalan biaya tersembunyi serta memperkuat kesejahteraan peserta didik.

Prestasi tersebut juga menjadi dorongan bagi mahasiswa FISIP UHO untuk terus menghasilkan karya dan inovasi yang memiliki nilai akademik sekaligus memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Laporan: LD Andi Rahmat

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Inovasi Mitigasi Hidden Cost Pendidikan Antarkan Mahasiswa Sosiologi UHO Raih Juara 2 NESCO 3 2026

Trending Now

Iklan