Sepuluh Bakal Calon Rektor UHO Paparkan Visi dan Program Strategis Periode 2026–2030

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:03 WIB Last Updated 2026-09-28T15:03:52Z

Sepuluh Bakal Calon Rektor UHO Paparkan Visi dan Program Strategis Periode 2026–2030. Foto: Ist.

KENDARI, NOTIFSULTRA.ID
– Sepuluh bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 memaparkan visi, misi, dan program unggulan dalam Rapat Senat Khusus Pemilihan Rektor UHO yang digelar Selasa, (30/6/2026), di Gedung Auditorium Mokodompit.

Sidang dipimpin Ketua Senat UHO, Prof. Dr. H. Jamili, M.Si. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses Pemilihan Rektor UHO, dengan agenda utama mendengarkan paparan visi, misi, serta program dari masing-masing bakal calon.

Selain pemaparan, proses pendalaman gagasan juga dilakukan melalui sesi tanya jawab. Para bakal calon mendapatkan pertanyaan dari panelis yang mewakili sejumlah unsur pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa.

Setiap bakal calon memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan selama 10 menit. Secara umum, visi dan program yang ditawarkan para bakal calon menitikberatkan pada penguatan kualitas pendidikan, riset dan inovasi, transformasi digital, internasionalisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi UHO terhadap pembangunan wilayah pesisir, kelautan, kepulauan, dan perdesaan.

Berikut visi dan program strategis yang dipaparkan masing-masing bakal calon.

1. Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si.

Bakal calon pertama yang menyampaikan visi dan programnya adalah Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si.

Ia mengusung visi menjadikan UHO sebagai universitas inovatif berkelas dunia yang berakar pada kearifan lokal, berdaya saing global, dan menjadi katalis kemajuan Sulawesi Tenggara.

Dari sejumlah program yang ditawarkan, tiga program unggulan yang disampaikan meliputi:

* UHO Digital dan Smart Campus

* AI Curriculum dan Hybrid Learning

* Menjadikan UHO sebagai Pusat Riset Kelautan, Pesisir, dan Agro-Marine

2. Prof. Dr. Edy Karno, S.Pd., M.Pd.

Bakal calon kedua, Prof. Dr. Edy Karno, S.Pd., M.Pd., menawarkan visi menjadi universitas kelas dunia yang unggul dalam pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan berbasis pendidikan berkualitas, inovasi berkelanjutan, dan berdampak pada tahun 2030.

Tiga program unggulan yang menjadi bagian dari gagasannya adalah:

* Pengembangan Research Cluster Unggulan

* Pembentukan Thematic Research Group (TRG) Otonom di setiap program studi

* Memfasilitasi dosen untuk studi S3 dan percepatan Guru Besar

3. Dr. H. Herman, S.H., L.L.M.

Selanjutnya, Dr. H. Herman, S.H., L.L.M., menyampaikan visi mewujudkan UHO sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang inklusif, adaptif, unggul, berintegritas, dan berdampak bagi pengembangan wilayah pesisir, kelautan, kepulauan, dan perdesaan, serta berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Tiga program strategis yang ditawarkan antara lain:

* UHO Unggul Akademik

* UHO Inklusif dan Berkeadilan

* UHO Adaptif Digital

4. Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si.

Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., mengusung visi mewujudkan UHO sebagai Socio-Techno University yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global serta menjadi penggerak pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.

Tiga pilar utama program yang ditawarkan adalah:

* Pendidikan unggul berbasis socio-techno

* Riset inovatif dan berdampak

* Pengabdian kepada masyarakat berbasis solusi

5. Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P.

Bakal calon kelima, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., membawa visi akselerasi UHO menuju perguruan tinggi kelas dunia yang inklusif, adaptif, dan berdampak nyata bagi wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.

Tiga program strategis utama yang dipaparkan meliputi:

* Transformasi Pendidikan dan Daya Saing Lulusan

* Transformasi Riset dan Hilirisasi Berdampak

* Penguatan SDM Unggul dan Rekognisi Global

6. Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D.

Berikutnya, Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D., mengusung visi mewujudkan ekosistem kampus unggul melalui integrasi inovasi digital, reputasi global, serta tata kelola administrasi dan keuangan yang sehat.

Tiga program utama dan strategis yang ditawarkan adalah:

* Penguatan Inovasi dan Digitalisasi Kampus

* Penguatan Internasionalisasi Kampus

* Implementasi Atmosfer Akademik Unggul Universitas

7. Dr. Muliddin, S.Si., M.Si.

Bakal calon ketujuh, Dr. Muliddin, S.Si., M.Si., menampilkan visi inovasi dan akselerasi berkelanjutan UHO menuju universitas kelas dunia.

Sejumlah program strategis yang menjadi fokusnya antara lain:

* Pengembangan Kurikulum Inovatif Berstandar Internasional

* Akselerasi Penelitian Unggulan dan Berkelanjutan

* Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Iptek dan Solusi Berkelanjutan

8. Prof. Dr. Ruslin, S.Pd., M.Si.

Prof. Dr. Ruslin, S.Pd., M.Si. menawarkan visi menjadikan UHO sebagai perguruan tinggi kelas dunia dalam pengelolaan dan pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan pada tahun 2045.

Tiga program strategis utama yang dipaparkan mencakup:

* Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengajaran

* Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pengembangan

* Peningkatan Kualitas Pengabdian kepada Masyarakat

9. Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si.

Bakal calon kesembilan, Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si., mempresentasikan visi mewujudkan UHO sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi berbasis kearifan serta sumber daya lokal yang berdaya saing global untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.

Tiga program utama dan strategis yang ditawarkan meliputi:

* Peningkatan Kualitas Pendidikan

* Penguatan Riset dan Inovasi

* Pengembangan Karakter dan Kompetensi Mahasiswa.

10. Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si.

Bakal calon terakhir, Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si., mengusung visi yang menitikberatkan pada upaya menjadikan UHO sebagai perguruan tinggi kelas dunia dalam pengelolaan dan pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan pada tahun 2045.

Tiga program strategis yang dipaparkan meliputi:

1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.

2. Mengembangkan penelitian berbasis kolaboratif yang berstandar nasional maupun internasional.

3. Membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

Paparan sepuluh bakal calon tersebut memperlihatkan beragam gagasan dan pendekatan dalam membawa UHO menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan. 

Meski memiliki penekanan program yang berbeda, sejumlah tema menjadi perhatian bersama, antara lain transformasi digital, peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan inovasi, pengembangan SDM, internasionalisasi, serta penguatan kontribusi UHO terhadap pembangunan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.

Rapat Senat Khusus ini menjadi ruang bagi masing-masing bakal calon untuk menyampaikan arah pengembangan UHO sekaligus memperkenalkan program strategis yang akan menjadi bagian dari gagasan kepemimpinan mereka untuk periode 2026–2030.

Melalui pemaparan visi, misi, program, dan sesi pendalaman bersama panelis, proses pemilihan Rektor UHO diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai gagasan masing-masing bakal calon dalam membawa UHO menuju cita-cita sebagai perguruan tinggi berkelas dunia.

Laporan: LD Andi Rahmat

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sepuluh Bakal Calon Rektor UHO Paparkan Visi dan Program Strategis Periode 2026–2030

Trending Now

Iklan